Mungkin banyak dari kita sudah mengenal raja ampat yang berada di tanah papua ini. Bahkan banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung disini karena keindahan wisata bahari yang ditawarkan. Surga dunia mungkin tepat untuk julukan Kepulauan Raja Ampat ini selain ke elokkan alam yang di suguhkan habitat hewan baik yang ada di air dan di darat sangatlah terjaga.

Kepulauan ini mempunyai empat pulau besar yang terdiri dari, Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta, serta Pulau Waigeo. Nah, selain empat pulau besar tersebut ada juga gugusan pulau kecil yang menggelilinginya tak tangung-tangung jumlahnya mencapai ratusan pulau dan mempunya khas di setiap pulaunya. Dengan adanya jumlah gugusan pulau mencapai ratusan inilah yang membuat Kepulauan ini bisa mendunia, walaupun sebagian gugusan pulau kecil belum mempunyi nama.

Instagram @bigplankton

Berenang dan menyelam adalah cara yang tepat untuk menikmati keindahan alamnya. Selain dapat melihat ribuan jenis terumbu karang kamu dapat melihat beragam spesies biota laut unik.

Terdapat 76 titik lokasi menyelam yang tersebar disini namun hanya beberapa spot yang favorit dan terkenal mendunia seperti, Mansuar Island, Arborek, Mike’s Point, Chicken Reef, dan Blue Magic.

Arborek ialah sebuah pulau yang mempunyai banyak spot selam dan sangat cocok untuk penyelam pemula. Manuar Island ini ialah zona terbaik jika ingin melihat peyu dan manta yang melintas di perairan. Chicken Reef sendiri ialah daerah gugusan terumbu karang yang mempunyai arus atas yang kuat namun arus bawah yang tenang. Mike’s Point merupakan titik terbaik untuk melihat semua jenis biota laut yang ada di Kepulauan Raja Ampat ini dan banyak juga terumbu karang berbentuk menyerupai terowongan. Spot Blue Magic ialah tempat tinggal hiu wobbegong atau hiu karpet.

Walaupun mempunyai alam yang bagus pasti ancaman alam selalu mengintai, bahkan beberapa nelayan setempat masih ada yang menangkap ikan menggunakan cara berbahaya. Inilah yang patut diwaspadai sehingga pemerintah setempat menyiagakan satgas polisi air yang betugas untuk menyisir perairan sekitar.

Tranportasi Ke Raja Ampat

Angkutan laut sungguh dibutuhkan di tempat ini, karenanya raja ampat mempunyai beberapa pelabuhan kecil dan pelabuhan yang cukup bagus seperti Pelabuhan Waisai dan lainnya.

Transportasi menuju dan pergi dari kepulauan ini cukup menguras kantong terutama pada saat menyewa kapal untuk berkeliling pulau, namun hal tersebut bisa di hemat dengan kamu membawa rombongan untuk berkunjung kesana.

Sebaiknya jika berkunjung bisa memilih menggunakan transportasi udara langsung dari Jakarta ke Bandar Udara Sorong. Banyak yang membuka rute penerbangan ini seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Nam Air, dan lain sebagainya.

Instagram @rifanrahmadi

Setelah sampai di Bandara Domine Eduard Osok di Sorong kamu bisa langsung menuju ke pelabuhan Sorong jarak tempuh hanya sekitar 15 menit saja. Banyak angkutan umum yang ada disini, atau kamu dapat menggunakan ojek pangkalan setempat. Setibanya di pelabuhan kamu harus menuju ke pelabuhan waisai dan bisa menggunakan kapal lambat atau kapal cepat dengan tarif masing-masing kapal lambat 100 ribu dengan durasi perjalanan sekitar 4 jam, sedangkan kapal cepat 130 ribu tergantung kelas dengan durasi perjalanan sekitar 2 jam.

Akan tetapi ada juga yang membuka rute penerbangan dari Bandara Sorong menuju Bandara Waisai tentu ini sangat cocok untuk menghemat waktu karena penerbangan hanya membutuhkan sekitar 30 menit saja. Untuk informasi penerbangan pada rute ini kamu bisa menghubungi operator penerbangan Susi Air karena jadwal yang tentatif.

Nah, setelah sampai di Kepulauan Raja Ampat kamu dapat menginap di beberapa hotel dan villa yang tersebar di pulau-pulau besar. Untuk berkeliling wilayah tersebut biasanya hotel atau villa menyediakan paket All In One atau paket sejenisnya, akan tetapi jika dirasa cukup mahal kamu bisa juga untuk menyewa kapal warga setempat yang lumayan murah tergantung dari sikap pemilik kapal.

Google Maps