Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu kawasan vulkanik aktif yang terletak di Jawa Tengah, Dataran Tinggi Dieng secara administratif masuk dalam dua kabupaten yaitu kabupaten Bnjarnegara dan Wonosobo, tepatnya disebelah Gunung Sumbing dan dan Gunung Sindoro.

Di daerah Dieng banyak terdapat fenomena yang unik dan aneh sehingga dapat menarik para wisatawan lokal maupun asing untuk mengunjunginya.

Menurut sumber dari wikipedia, ketinggian rata-rata Dieng yaitu 2000 m di atas permukaan laut. Di siang hari suhunya berkisar antara 12-20 derajat Celcius dan 6-10 derajat Celcius di malam hari. Kalau di musim kemarau (Juli dan Agustus) suhunya bisa mencapai 0 derajat Celcius di pagi hari serta memunculkan embun beku, kalau masyarakat setempat menyebutnya dengan  bun upas (embun racun) karena dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Selain terkenal dengan keindahan wiisatanya, Dataran tinggi Dieng juga terkenal dengan penghasil carica dan purwaceng, sebagai pengingat, carica merupakan tanaman endemis dari Dataran Tinggi Dieng yang buahnya seperti pepaya. Biasanya dibuat untuk manisan sebagai buah tangan khas Dieng.

Berikut adalah beberapa objek wisata yang harus kamu kunjungi ketika berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng

Telaga Warna

Instagram @aprillia.dk

Telaga Warna ini terletak di ketinggian 2000 mdpl, telaga ini sangat unik karena warna airnya bisa berubah – ubah  dari warna yang satu ke warna yang lain, air telaga tersebut mengandung sulfur sehingga jika terkena sinar matahari warna airnya akan berubah, kadang berwarna  hijau, putih, merah, biru dan lembayung.

Telaga Pengilon

Keunikan dan keindahan wisata Dataran Tinggi Dieng sangat menarik untuk dikunjungi, wisata yang berada di Dieng salah satunya adalah telaga, salah satunya yaitu Telaga Pengilon. Telaga ini terletak bersebelahan dengan Telaga Warna, bedanya yaitu jika Telaga warna memiliki warna yang berubah-ubah, sedangkan Telaga Pengilon memiliki warna air yang sangat jernih dan dikelilingi oleh perbukitan asri dan hijau. Telaga ini sangat cocok untuk para penggemar fotografi karena keindahan pemandangan Telaga Pengilon ini.

Telaga Merdada

Rasanya tidak lengkap jika tidak berkunjung di telaga terluas di kawasan Dieng ini. Ya.. Telaga Mardada, telaga ini terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Kalau dilihat dari bentuknya, Telaga Merdada ini bentuknya seperti kaldera yang  kemudian tergenang dengan air. Konturnya akan terlihat jelas apabila dilihat dari ketinggian.

Bukit Sikunir Dieng

Instagram @amiruriza

Bukit Sikunir ini merupakan wisata andalan Dieng karena keindahan sunrisenya. Bukit ini terletak di Desa Sembungan. Waktu terbaik untuk menikmati sunrise yaitu pada bulan Juli-Agustus karena pada bulan tersebut merupakan musim kemarau sehingga langit akan terlihat cerah serta tidak ada hujan. Biasanya para wisatawan akan mendirikan tenda disekitaran kawasan Bukit Sikunir, ada juga yang menginap di homestay atau hotel kawasan Dieng tentu dengan harga yang bersahabat.

Kawah Sikidang

Kawah sikidang merupakan kawah vulkanik yang memiliki fenomena unik,  kawah ini bisa melompat seperti layaknya kidang (kijang dalam bahasa jawa). Maka dari itulah kawah ini dinamakan kawah sikidang. Yang menarik dari kawah ini yaitu letupan- letupan lumpur panas disertai gas yang mengepulkan asap putih pekat. Pengunjung harus mematuhi rambu peringatan ketika berada di kawah ini, yang melarang pengunjung untuk menyalakan api atau membuang putung rokok, karena dapat memicu terjadinya kebakaran. Pengunjung juga disarankan untuk memakai masker atau penutup mulut lainnya agar tidak keracunan gas.

Dan yang paling dicari pengunjung yaitu telor rebus kawah sikidang. Masyarakat sekitar mejual telur mentah kemudian direbus dikawah kecil yang mendidih. Pengunjung juga bisa merebus sendiri telur dikawah tersebut, hanya butuh waktu 5 menit telur tersebut akan matang.

Candi Arjuna

Selain beberapa wisata yang sudah disebutkan tadi, kawasan Dieng juga terdapat wisata budaya berupa candi. Candi ini bernama candi arjuna, Sebenarnya ada beberapa candi yang terletak dikawasan ini  , yaitu candi Srikandi, candi semar, candi sembadra dan candi puntadewa. Sehingga komplek ini dikenal dengan candi arjuna.candi ini merupakan candi beraliran Hindu shiwa bahkan menjadi candi hindu tertua di pulau jawa.  Candi ini dibangun sekitar abad IX M. Dan ukurannya hanya berkisar 4×4 meter saja. Wisata ini juga sangat cocok untuk pecinta fotografi karena candinya yang eksotis

Google Maps